Senin, 19 Desember 2011

Antara Kerjasama dan Persaingan Global: Sebuah Refleksi Pada Pengembangan Sekolah Berstandar Internasional


Antara Kerjasama dan Persaingan Global: Sebuah Refleksi Pada Pengembangan Sekolah Berstandar Internasional

Mira Marlina 11709251020

Abstrak
Era Globalisasi yang ditunjang dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyajikan dimensi dunia tanpa batas. Dalam globalisasi semua negara terlibat  pada suatu tatanan global, pola hubungan dan pergaulan yang menciptakan persaingan dalam segala bidang. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, dituntut memiliki sumber daya manusia yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan standar masyrakat global.
Dalam upaya peningkatan mutu, efisiensi, relevansi, dan peningkatan daya saing secara regional maupun internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, maka telah ditetapkan pentingnya penyelenggaraan satuan pendidikan bertaraf internasional, baik untuk sekolah negeri maupun swasta. Keberhasilan dalam pengembangan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) tentunya didukung keberhasilan sinergi pada level daerah, level pemerintah pusat dan masyrakat. Yaitu dengan meningkatkan peran serta masyarakat, dunia perusahaan, dunia pendidikan tinggi yang diarahkan pada kebersamaan memikul tanggungjawab antara pemerintah, masyarakat dan peserta didik sebagai bagian dari subjek pembelajaran, yang dinamis, adaptif, dan penuh inisiatif. Apabila kerjasama lokal baik, maka sekolah akan mampu menjalin kerjasama tanpa batas dengan lembaga-lembaga pendidikan diluar negeri.
Pengembangan sekolah bertaraf internasional harus ditandai dengan keberhasilan dalam melakukan kerja sama sister school di dalam negeri maupun pada kerjasama antar sekolah pada taraf global. Dengan kegiatan Sister School diharapkan mampu membangun kultur berbasis internasional dan mengembangkan konteks sekolah dalam rangka membangun perluasan  wawasan dalam  memperluas tantangan wacana kehidupan global. Tulisan ini akan membahas relevansi serta pentingnya jalinan kerjasama didalam mengembangkan SBI memasuki arena persaingan Global.


Key word: Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), Tantangan global, Kerjasama global.

A.      PENDAHULUAN
Era Globalisasi yang ditunjang dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyajikan dimensi dunia tanpa batas. Dalam globalisasi semua negara terlibat  pada suatu tatanan global, pola hubungan dan pergaulan yang menciptakan persaingan dalam segala bidang. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, dituntut memiliki sumber daya manusia yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan standar masyrakat global.
Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, kompetitif dan memiliki berbagai keunggulan komparatif menjadi sebuah keharusan dalam kancah persaingan global. Menurut World Competitiveness Report, SDM Indonesia menempati urutan ke-45 atau terendah dari seluruh negara yang diteliti, di bawah Singapura (8), Malaysia (34), Cina (35), Filipina (38), dan Thailand (40). Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan di Indonesia harus mulai berbenah, mengingat  pendidikan adalah modal utama bagi suatu bangsa dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang dimilikinya.
Melalui UU sisdiknas no 22 tahun 1999 UU no 20 tahun 2003, Indonesia menerapkan otoritas pendidikan pada daaerah  dan mendorong otonomisasi ditingkat sekolah serta melibatkan masyarakat dalam pengembangan program kurikulum dan pengembangan sekolah (perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program pendidikan). Paradigma baru ini diharapkan bisa menjadi solusi awal dalam mengatasi masalah pendidikian. Isu Global yang dipadukan dengan kekayaan  lokal budaya Indonesia diharapkan mampu menciptakan pendidikan berbasis masyarakat yang mandiri dalam membangun kualitas manusia Indonesia yang mampu bersaing ditingkat dunia.
Dengan demikian, gagasan tentang pengembangan Sekolah Berstandar Internsional (SBI) menjadi sangat relevan terutama dalam konteks persaingan global dan regional. Mulai dari menejmen, proses pembelajarannya dengan bahasa internsional sebagai pengantar, tenaga pendidik yang kompeten, menggunakan kurikulum adaptif sampai menginterrasikan ICT dalam proses pembelajaran menjadi keunggulan tersendiri dalam SBI. Namun, seiring perkembangannya, masalah internal berkaitan dengan lemahnya sinergi kebijakan berbagai sistem masih menjadi kendala pada pengembangan SBI.
Pendidikan  haruslah bersinergi dengan bidang politik, ekonomi, hukum dan budaya dalam arti terbatas, sehingga keseluruhannya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. SBI sebagai salah satu lembaga pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Masyarakat bersama-sama dengan pemerintah daerah setempat bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan. Penyelenggaraan tersebut dibantu oleh wewenang propinsi mengkoordinasika kegiatan-kegiatan pendidikan didaerahnya dengan bantuan universitas. Disinilah perlu adanya jaringan kerjasama dan  proses saling membantu dalam memberikan atau pertuakran informasi tiap daerah sehingga pelaksanaan akan lebih cepat dan bermutu. Tulisan ini akan membahas relevansi serta pentingnya jalinan kerjasama didalam mengembangkan SBI memasuki arena persaingan Global.




B.       PEMBAHASAN
Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) merupakan sebuah jenjang sekolah  nasional di Indonesia dengan standar mutu internasional. Dalam upaya peningkatan mutu, efisien, relevan, dan memiliki daya saing kuat, maka dalam penyelenggaraan dilandasi oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 Ayat 3 yang berbunyi “Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional”. Standar internasional yang dituntut dalam SBI adalah standar kompetensi lulusan, kurikulum, proses belajar mengajar, SDM, fasilitas, manajemen, pembiayaan, dan penilaian standar internasional. Proses belajar mengajar di sekolah ini menekankan pengembangan daya kreasi, inovasi, dan eksperimentasi untuk memacu ide-ide baru yang belum pernah ada.

1.      Visi Sekolah Berstandar Internasional (SBI)  dalam Era Globalisasi

Sekolah Bertaraf Internasional memiliki visi: Terwujudnya Insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif secara internasional.Visi ini ditinjau dari  Dimensi Lokal dan Dimensi Global.
Dimensi lokal, terkait dengan daya  jangkau dan kebutuhan masyrakat. Esensi dari Pengembangan SBI terhadap tuntutan globalisasi adalah kebutuhan akan pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing dikancah internasional. Kebutuhan akan pendidikan berkualitas internasional juga menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan putra putri mereka pada Sekolah Bertaraf Internasional.
Memiliki label “internasional” menuntut SBI  memiliki mutu yang jauh lebih baik dari sekolah berstandar biasa. Kualitas baik dari proses maupun hasil/lulusan SBI harus memiliki keunggulan yang ditunjukkan dengan pengakuan internasional yang dibuktikan dengan hasil sertifikasi berpredikat baik dari salah satu negara maju yang memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan.
Pengembangan SBI ditinjau dari Dimensi Global, terkait dengan program-program unggulan internasional yang ditawarkan, pertukaran informasi dan studi banding akan menciptakan jalinan kerjasama dengan negara sahabat. Khususnya  salah satu negara maju yang menjadi negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development  (OECD) yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan. Dengan terciptanya kerjasama ini Indonesia bisa ikut berperan bagi kemajuan peradaban dunia dan perkembangan internasional. Kualitas tenaga pengajar yang bermutu internasional, diharapkan bisa memberikan hasil yang juga bisa dikonsumsi dunia internasional.

2.      Pentingnya Merajut Kerjasama dalam Menghadapi Tantangan Global

Berbagai program-program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat tentunya harus bersinergi dengan keberhasilan pada level daerah baik tingkat provinsi, kota, dan kabupaten. Tolak ukur keberhasilan berada pada bagaimana cara untuk mengejewantahkan berbagai kebijakan strategis di bidang pendidikan baik pada saat proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang berkesinambungan sesuai dengan kondisi daerah yang ada.
Walaupun pemerintah daerah telah memberikan keleluasaan penuh dalam manajemen pendidikan SBI kepada setiap satuan pendidikan, namun belum disertai dengan perangkat sistem dan aturan pelaksanaan yang memadai. Sekolah belum memiliki kemerdekaan untuk menentukan kebijakan yang diambil, Sehingga otoritas dan kewenangan dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen masih dianggap tumpang tindih, baik secara horizontal maupun vertikal. Selain itu, perlu juga ditingkatkan kurikulum pendidikan sesuai standar internasional dan diimbangi dengan persiapan tenaga pengajar secara khusus.
Salah satu contohnya adalah penggunaan bahasa asing (misalnya bahasa Inggris) dalam proses pembelajaran. Ini tidak mudah karena tidak semua guru bisa berbahasa Inggris secara aktif. Tetapi pembelajaran bahasa Inggris kepada para guru pun bisa dilakukan bekerja sama dengan masyarakat, dalam hal ini masyarakat yang mengelola lembaga-lembaga pendidikan non formal seperti lembaga kursus bahasa asing atau lembaga pendidikan dan pelatihan bahasa asing.
Bukan hanya guru, peserta didik pun harus dibelajarkan untuk terbiasa dengan sikap kerjasama. Pribadi yang kompetitif lahir dari suasana kerjasama. Pendidikan yang didasarkan pada kebudayaan lokal dan nasional menuju pada tewujudnya suatu masyrakat dunia. Maka proses pendidikan haruslah mengembangkan kemampuan untuk berkompetisi didalam kerjasama, mengembangkan sikap inovatif dan ingin selalu meningkatkan kualitas. Seperti, sikap penerimaan terhadap guru asing, peserta didik dari negara asing, dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan kultur sekolah atau pengembangan karakter peserta didik yang menghargai atau menghormati negara/bangsa lain di dunia, toleransi beragama, menghormati dan saling menghargai budaya tiap bangsa, menghormati keragaman etnis/ras/suku, mampu berkomunikasi berbasis TIK dan berbahasa inggris/asing lainnya, dan sebagainya.
Pengembangan sekolah bertaraf internasional harus ditandai dengan keberhasilan dalam melakukan kerja sama sister school di dalam negeri maupun pada kerajsama anatar sekoalah pada taraf global. Kegaitan ini melibatkan guru dan siswa sehingga koloborasi ini membuka cakrawala baru dalam membung kultur  belajar yang berbasis kerja sama global.  Salah satu contoh sekolah yang berhasil dalam program Sister School adalah SMAN 1 Bogor melalui program pertukaran guru dan pelajar melalui   lembaga AFS (American Field Service), sebanyak 2 Guru Bahasa Inggris dikirim ke Jepang dan Korea dalam program pertukaran budaya dan 1 guru geografi ke Korea dalam program pembelajaran Geografi. Untuk pertukaran siswa juga dilakukan pelaksanaan AFS dilaksanakan sejak tahun 1990 dengan negara Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Switzerland, dan Italia dengan tujuan pengenalan bahasa dan budaya, dengan mengirim rata-rata 5 orang siswa per tahun.
Sebagian besar sekolah masih mengalami kesulitan untuk membangun jaringan kerjasama, sehingga belum dapat melaksanakan kegiatan sister school. Sekolah-sekolah pada kelompok ini terkendala oleh minimnya pengalaman membangun kerjasama dengan sekolah-sekolah mitra dinegerinya sendiri,  keterbatasan penguasaan Bahasa Inggris, keterbatasan kerjasama melalui jaringan teknologi informasi dan komunikasi serta kelemahan pada pengembangan sistem. Maka diperlukan pendampingan oleh konsultan yang secara intensif mendampingi pengelola SBI dalam merencanakan dan mengimplementasikan program dan kegiatan sekolah. Konsultasi secara berkala dengan pengembang sekolah bertaraf internasional di Dinas Pendidikan Kabupaten dan Direktorat Pendidikan di Departemen Pendidikan Nasional dengan melibatkan lembaga pendidikan tinggi negeri maupun sawasta.
Sekolah dengan kualitas internasional seperti ini pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pembiayaan untuk menunjang pelatihan bahasa, peningkatan kemampuan ICT dan menjalin kerjasama dengan pihak luarnegeri. Pemerintah daerah bersama-sama masyrakat memiliki kewajiban dalam hal bujet pembiayaan, perencanaan dan pengawasan. Untuk menghindari penyimpangan dalam komersialisasi pendidikan menuntut adanya pengawasan dari masyarakat.
Optimisme menuju keberhasilan program sekolah adalah dengan meningkatkan peranserta masyarakat, dunia perusahaan, dunia pendidikan tinggi yang diarahkan pada kebersamaan memikul tanggungjawab antara pemerintah, masyarakat dan peserta didik sebagai bagian dari subjek pembelajaran, yang dinamis, adaptif, dan penuh inisiatif. Dengan demikian, dibutuhkan kerjasama yang optimal sehingga tujuan bersama dapat tercapai.

C.      PENUTUP
Dari kajian di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) merupakan upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia agar mempunyai daya saing dengan negara maju di era global. Dalam pengembangan SBI, perlu melibatkan pelbagai unsur/stakeholders pendidikan dan melakukan studi/penelitian mendalam dengan melibatkan lebih banyak peran masyrakat untuk menciptakan masyarakat mandiri yang mengerti akan kebutuhan, keinginan dan harapan yang lebih besar dan menyeluruh terhadap penyelenggaraan pendidikan. Selain itu, kerjasama yang baik antar berbagai pihak di dalam maupun diluarnegeri dengan kegiatan Sister School diharapkan mampu membangun kultur berbasis internasional dan mengembangkan konteks sekolah dalam rangka membangun perluasan  wawasan dalam  memperluas tantangan wacana kehidupan global.




Refferensi:
Asy’ari, Kharis Mutho’.  Analisis Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Terdapat di:





Dr ir. Bamabang Dwi Argo.  DEA . Melalui Pendidikan Menjawab Tanatangn persaingan Global. Tedapat di: http://tatiek.lecture.ub.ac.id/files/2010/06/Pendidikan-dan-GlobalisasiKeynote.pdf

Rosyada, Dede. 2007. Paradigma Pendidikan Demokrasi: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Kencana.

H.A.R. Tilaar, M.Sc. 2004. Paradigma Baru Pendidikan Nasional.Rineka Cipta: Jakarta.

Marlis, Alen. 2011. Pengertian Rintisan Sekolah Berbasis Internasional. Terdapat di: http://alenmarlissmpn1gresik.wordpress.com/2011/02/24/pengertian-tentang-rintisan-sekolah-berbasis-internasionalrsbi/



--- Sister School Sebagai Unjuk Kinerja Pendidikan Bertaraf Internasional. Terdapat di: http://gurupembaharu.com/home/?p=2838


http://dikdas.kemdiknas.go.id/application/medi/file/Landasan%20dan%20Pentahapan%20Perintisan%20SBI.pdf



Minggu, 09 Januari 2011

Lets Start Your Journey

Tahun baru

Rencana oh ... Rencana...

1. Membuat Resolusi
luruskan niat kembali... Tahun ini harus lebih baik dari kemaren.
2. Focus untuk Target Masa Depan
kalau bukan hari ini, kapan lagi???
kalau bukan kamu, siapa lagi???
buatlah masa depanmu dengan menjalani hari ini.
okay,,, good luck!!!

Minggu, 26 September 2010

LIBURAN

Entah kenapa aku merasa bahagia banget. Aku mulai enjoy dengan perasaanku. Aku sudah berdamai dengan diriku sendiri. Maka benar kenapa Allah menyarankan kita untuk melakukan perjalanan dimuka bumi. Agar kita mampu melihat hal-hal diluar diri kita. Jika selama ini kita berkutat dengan rutinitas. Kadang dengan masalah yang membuat kita penat. Maka cobalah untuk melakukan perjalanan. Kau akan dapat melihat hal-hal yang baru. Kau akan mulai mensyukuri apa yang udah kau dapatkan saat ini.

Bagi yang sudah merasa puas dan nyaman dengan yang ada saat ini, maka cobalah melakukan perjalanan. Kau akan melihat bahwa kau belum melakukan apa-apa. Trust me! Perjalanan kemanapun pasti ada hikmahnya. Asalkan selama perjalanan kita mampu menempatkan diri kita. Buka mata hati kita lebar-lebar untuk melihat dunia disekitar kita. Dijamin pasti menyenangkan.

Selamat mencoba!

Sabtu, 24 Mei 2008

Temukan Potensi Dirimu!

artikel ini aku tulis sendiri selamat membaca.....